Rabu, 13 Mei 2009

Padang Lamun



Padang Lamun
Jika anda ingin mengetahui satu di antara tempat terunik, hijau dan indah di dasar perairan atau jika anda ingin tempat makan mamalia laut langka seperti duyung dan manate, silahkan bersnorkel ria di sekitar padang lamun (seagrass). Duyung atau dikenal dengan nama dugong (Dugong dugong, muller 1776) dan manate (Trichechus manatus) adalah mamalia laut yang hanya mengkonsumsi daun lamun sebagai makanan utama mereka. Namun tidak semua lamun merupakan makanan favorite duyung dan manate. Hanya beberapa jenis lamun yang ukurannya pendek dan kecil seperti Halodule sp. Halophile sp. dan Syringodium sp. yang merupakan makanan favorite duyung. De Iongh et al. (1995) melaporkan jenis lamun Halodule uninervis merupakan makanan utama bagi dugong di perairan timur Ambon. Penelitian lain di perairan Sulawesi Selatan lebih memfokuskan bahwa duyung tidak hanya memakan daun lamun tapi juga rizom dan akar lamun yang merupakan sumber nutrisi utama bagi duyung (Erftemeijer et al., 1993). Dewasa ini teramat sangat sulit melihat duyung sedang makan di tempat alaminya di sekitar padang lamun. Ini karena populasi duyung terutama di Indonesia sudah sangat kecil sekali, kita hanya sesekali pernah mendengar nelayan melihat duyung berenang di sekitar perairan Sulawesi, Irian dan Maluku.
Hal menarik yang dapat kita lihat bahwa padang lamun atau yang di kenal dengan seagrass bukan hanya sebagai tempat mencari makan bagi duyung dan manate tapi juga tempat hidup yang sangat cocok bagi beberapa organisma kecil seperti udang dan ikan. Bahkan penyu hijau (Chelonia mydas) pun sering mengunjungi padang lamun untuk mencari makan. Lantas mengapa padang lamun bisa menjadi tempat yang cocok bagi umumnya hewan kecil ?. Kondisi lamun yang menyerupai padang rumput di daratan ini mempunyai beberapa fungsi ekologis yang sangat potensial berupa perlindungan bagi ivertebrata dan ikan kecil. Daun-daun lamun yang padat dan saling berdekatan dapat meredam gerak arus, gelombang dan arus materi organik yang memungkinkan padang lamun merupakan kawasan lebih tenang dengan produktifitas tertinggi di lingkungan pantai di samping terumbu karang. Melambatnya pola arus dalam padang lamun memberi kondisi alami yang sangat di senangi oleh ikan-ikan kecil dan invertebrata kecil seperti beberapa jenis udang, kuda laut, bivalve, gastropoda dan echinodermata. Hal terpenting lainnya adalah daun-daun lamun berasosiasi dengan alga kecil yang dikenal dengan epiphyte yang merupakan sumber makanan terpenting bagi hewan-hewan kecil tadi. Epiphyte ini dapat tumbuh sangat subur dengan melekat pada permukaan daun lamun dan sangat di senangi oleh udang-udang kecil dan beberapa jenis ikan-ikan kecil. Disamping itu padang lamun juga dapat melindungi hewan-hewan kecil tadi dari serangan predator. Sangat khas memang pola kehidupan hewan-hewan kecil ini di padang lamun yang tidak jarang memberikan konstribusi besar bagi kelangsungan ikan dan udang ekonomis penting. Ini adalah sebagian kecil dari peran penting padang lamun yang menyebar di sekitar perairan pantai Indonesia.
Padang lamun menyebar hampir di seluruh kawasan perairan pantai Indonesia. Anda akan sangat mudah mengenali tumbuhan ini. Padang lamun biasanya sangat mirip dan bahkan menyerupai padang rumput di daratan dan hidup pada kedalaman yang relative dangkal (1-10 meter) kecuali beberapa jenis seperti Halodule sp., Syringodium sp. dan Thalassodendrum sp., yang juga di temukan pada kedalaman sampai dengan 20 meter dengan penetrasi cahaya yang relative rendah. Malah pernah dilaporkan jenis Halophila yang di temukan pada kedalaman 90 meter oleh Taylor (1928) yang ditulis dalam Den Hartog (1970). Namun umumnya sebagian besar padang lamun menyebar pada kedalaman 1 - 10 meter. Di beberapa perairan dangkal, kita dapat menyaksikan padang lamun dengan kepadatan yang cukup tinggi yang memberikan kesan hijau pada dasar perairan.

Untuk tipe perairan tropis seperti Indonesia, padang lamun lebih dominant tumbuh dengan koloni beberapa jenis (mix species) pada suatu kawasan tertentu yang berbeda dengan kawasan temperate atau daerah dingin yang kebanyakan di dominasi oleh satu jenis lamun (single species). Penyebaran lamun memang sangat bervariasi tergantung pada topografi pantai dan pola pasang surut. Anda bisa saja menjumpai lamun yang terekspose oleh sinar matahari saat surut di beberapa pantai atau melihat bentangan hijau yang didalamnya banyak ikan-ikan kecil saat pasang. Jenisnya pun beraneka ragam, yang di pantai Indonesia sendiri, kita bisa menjumpai 12 jenis lamun dari sekitar 63 jenis lamun di dunia dengan dominasi beberape jenis diantaranya Enhalus acoroides, Cymodocea spp, Halodule spp., Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Thallasia hemprichii and Thalassodendron ciliatum. Dan saya percaya kawasan perairan Indonesia yang sangat luas mempunyai jenis lamun yang lebih dari perkiraan beberapa lembaga penelitian. Sampai kini konsentrasi penelitian terhadap jenis-jenis lamun dan ekosistem lamun belum sepenuhnya terlaksana. Kurangnya minat beberapa peneliti untuk lebih fokus kearah padang lamun dan minimnya dana penelitian yang di alokasikan ke sektor ini serta minimnya publikasi mengenai padang lamun merupakan penghambat utama bagi pengetahuan dan pemahaman tentang padang lamun kepada masyarakat sementara masyarakat sebagian besar belum sepenuhnya tahu dan mengerti tentang habitat yang satu ini. Padahal kalau mau jujur masysrakat pantai khususnya banyak sekali tergantung pada habitat ini, yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi terhadap kebutuhan sehari-hari mereka. Kita mungkin tidak menyadari kalau menurunnya produksi beberapa jenis ikan-ikan dan udang-udang pantai ekonomis Indonesia lebih banyak karenakan semakin menipisnya padang lamun yang merupakan habitat alami dari ikan-ikan pantai seperti ikan berinang (Siganus spp.) atau beberapa udang putih (Penaeus spp.) lainnya.
Terlalu jauh kalau kita mengharapkan bisa sering melihat dugong bermain kembali di sekitar pantai Indonesia, yang padang lamunnya seudah semakin memprihatinkan, oleh pola reklamasi pantai yang sangat marak dan degradasi pantai yang sudah sangat ramai. Namun mungkin kita masih bisa melihat beberapa jenis ikan-ikan kecil bermain dengan cantiknya dibeberapa pantai yang masih terjaga padang lamunnya (© Ma’ruf Kasim).

Sumber: marufkasim.wordpress.com

Selasa, 28 April 2009

Aku Cinta Indonesia


Ternyata Indonesia memiliki beberapa fakta menarik yang membuat kita semua berpikir kembali untuk tetap bangga menjadi Warga Negara Indonesia. Di tengah segala tekanan dan masalah yang menghimpit bangsa ini, setidaknya kita masih bisa tersenyum dengan fakta-fakta yang terdapat di Indonesia.

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Indonesia
  1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).
  2. Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
  3. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.
  4. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  5. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
  6. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
  7. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
  8. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
  9. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus'¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
  10. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
  11. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.
  12. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).
  13. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
  14. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
  15. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
  16. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).
  17. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
  18. Biodiversity Anggrek terbesar didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
  19. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.
  20. Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
  21. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
  22. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
  23. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.
  24. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.
So?? Di tengah krisis global ini Indonesia masih bisa menunjukkan "kekayaannya" pada dunia. Namun jangan sampai kekayaan tersebut disalahgunakan dan malah merugikan rakyat.
Mengutip sebuah iklan 'Kalo bukan kita siapa lagi' Mari kita bersama-sama berjuang untuk Indonesia bukan untuk kepentingan segelintir orang...
Yeah!!

Hutan Mangrove dan Rumput Laut

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob.

Hutan mangrove juga merupakan habitat bagi beberapa satwa liar yang diantaranya terancam punah, seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatranensis), bekantan (Nasalis larvatus), wilwo (Mycteria cinerea), bubut hitam (Centropus nigrorufus), dan bangau tongtong (Leptoptilus javanicus), dan tempat persinggahan bagi burung-burung migran.

Beberapa jenis mangrove yang terkenal:
  • Bakau (Rhizopora spp.)
  • Api-api (Avicennia spp.)
  • Pedada (Sonneratia spp.)
  • Tanjang (Bruguiera spp.)

Peran dan manfaat hutan mangrove :

  • Pelindung alami yang paling kuat dan praktis untuk menahan erosi pantai.
  • Menyediakan berbagai hasil kehutanan seperti kayu bakar, alkohol, gula, bahan penyamak kulit, bahan atap, bahan perahu, dll.
  • Mempunyai potensi wisata
  • Sebagai tempat hidup dan berkembang biak ikan, udang, burung, monyet, buaya dan satwa liar lainnya yang diantaranya endemik.
  • Menguirangi abrasi
  • Mengurangi intrusi air laut ke daratan

http://www.lablink.or.id/Eko/Wetland/lhbs-mangrove.htm


Rumput laut adalah salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Berikut adalah jenis-jenis rumput laut / alga. diantaranya alga merah, hijau, dan cokelat. dari setiap jenis alga ada beberapa pengelompokanya yaitu :

Daftar Jenis ALGA COKLAT:

Cystoseira sp. Sargassum crassifolium
Dictyopteris sp. Sargassum cristaefolium
Dictyota bartayresiana Lamouroux Sargassum duplicatum J.G. Agardh
Hormophysa cuneiformis Sargassum echinocarpum
Hormophysa triquetra (C. Agardh) Sargassum plagyophyllum (Mertens)
Hydroclathrus clatratus (C. Agardh) Sargassum polycystum
Oseng Turbinaria conoides (J. Agardh)
Padina australis Hauck Turbinaria decurens (Bory)
Sargassum binderi (Sonder) Turbinaria murayana
Sargassum cinereum J.G. Agardh Turbinaria ornata (Turner) J. Argadh

Daftar Jenis ALGA HIJAU:
Boergesenia Forbesii (Harvey) Halimeda borneensis
Bornetella nitida (Harvey) Halimeda copiosa
Caulerpa brachypus Harvey Halimeda cunneata Hering
Caulerpa cupressoides Halimeda cylindraceae Decaisne
Caulerpa fergusonii Muray Halimeda discoidea Decaisne
Caulerpa lentillifera J. Agardh Halimeda distorta
Caulerpa lessonii Bory Halimeda gracilis
Caulerpa racemosa (Fors) Halimeda laccunalis Taylor
Caulerpa racemosa v. clavivera Halimeda macroloba Decaisne
Caulerpa racemosa var lamouraouxii Halimeda macrophysa Askenasy
Caulerpa racemosa var macrophysa Halimeda micronesica Yamada
Caulerpa racemosa var Occidentalis Halimeda minima (W.R. Taylor)
Caulerpa racemosa var uvifera Halimeda opuntia (Linnaeus)
Caulerpa racemosa var. turbinata Halimeda renschii Hauck
Caulerpa serrulata Halimeda simulans Howe
Caulerpa sertulariodes Halimeda tuna (Ellis and Solander) Lam.
Caulerpa sp. Neomeris annulata Dickie
Caulerpa taxifolia Tydemania Expeditions Weber van Bosse
Chaetomorpha antennina Udotea argentea Zanardini
Chaetomorpha crassa Udotea flabellum (Ellis and Solander)
Codium decorticatum Ulva fasciata Delile
Codium edule silva Ulva lactuca Linnaeus
Codium geppii schmitt Ulva pertusa Kjellman
Codium guinense Silva Ulva reticulata Forsskal
Codium harveyi Silva Ulva sp.
Dictyosphaeria cavernosa Valonia ventricosa J. Agardh

Daftar Jenis ALGA MERAH:
Acanthophora muscoides Gracilaria foliifera (Forsskal) Boergese
Acantophora specifera Gracilaria gigas Harvey
Actinotrichia fragilis (Forsskal) Gracilaria salicornia
Amphiora peruana Gracilaria salicornia (C. Agardh) Dawson
Amphiroa beauvoisii Lamouroux Gracilaria verrucosa
Amphiroa rigida Halymenia durvillaei
Amphiroa sp. Halymenia harveyana J. Agardh
Ceratodityon variabilis Hypnea asperi Bory
Chondrococcus hornemannii Hypnea cervicornis J. Agardh.
Corallina sp. Hypnea cornuta
Eucheuma denticulatum Jania adherens
Eucheuma edule Kappaphycus alvarezii (Doty)
Eucheuma edule Koetzing Kappaphycus cottonii
Eucheuma serra J. Agardh Kappaphycus striatum
Galaxaura filamentosa Chou Laurencia elata
Galaxaura Kjellmanii Weber van Bosse Laurencia intricata Lamouroux
Galaxaura rugosa (Solander) Lamouroux Laurencia nidifica J. Agardh.
Galaxaura subfruticulosa Chou. Laurencia obtusa (Hudson) Lamouroux
Galaxaura subvefficillata Kjellman Laurencia poitei
Galaxaura vietnamensis Dawson Liagora divaricata Tseng
Gelidium latifolium Porphyglossum zolingerii
Gelidium Sp Porphyra sp.
Gigartina affinis Harvey Porphyra sp. fase conchocelis
Gracilaria arcuata Zanardini Portieria hornemanii
Gracilaria coronopifolia J. Agardh. Rhodimenia sp.
Gracilaria eucheumioides Harvey Rhodymenia palmata (Linnaeus) Greville
Gracilaria foliifera (Forsskal) Boergese Titanophora pulchra Dawson

http://www.iptek .net .id/ind/pd_alga/?mnu=2

Senin, 27 April 2009

Terumbu Karang


Terumbu karang adalah karang yang terbentuk dari kalsium karbonat koloni kerang laut yang bernama polip yang bersimbiosis dengan organisme miskroskopis yang bernama zooxanthellae. Terumbu karang bisa dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut. Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Biasanya tumbuh di dekat pantai di daerah tropis dengan temperatur sekitar 21-30C. Beberapa tempat tumbuhnya terumbu karang adalah pantai timur Afrika, pantai selatan India, Laut Merah, lepas pantai timur laut dan baratl laut Australia hingga ke Polynesia. Terumbu karang juga terdapat di pantai Florida, Karibia dan Brasil. Terumbu karangterbesar adalah Great Barier Reef di lepas pantai timur laut Australis dengan panjang sekitar 2000 km. Terumbu karang merupakan sumber makanan dan obat-obatan dan melindungi pantai dari erosi akibat gelombang laut
Terumbu karang (coral reef ) merupakan ekosistem yang khas daerah tropis. Selain mempunyai produktivitas organic yang tinggi, ekosistem ini memiliki keanekaragaman biota yang ada di dalamnya. Komponen biota terpenting di suatu terumbu karang ialah hewan karang batu (stony coral), hewan yang tergolong Scleractinia yang kerangkanya terbuat dari bahan kapur. Selain memiliki nilai keindahan ( estetika ) dan pelindung pantai, terumbu karang melabuhkan berbagai Janis ikan karang, udang karang, rumput laut, teripang dan jenis – jenis moluska yang merupakan komoditi yang mempunyai nilai ekonomi penting. Kehadiran jenis – jenis komoditas tersebut menjadikan terumbu karang sebagai daerah penangkapan ikan yang potensial bagi nelayan.
Terumbu karang memberikan perlindungan bagi hewan-hewan dalam habitatnya termasuk sponge, ikan (kerapu, hiu karang, clown fish, belut laut, dll), ubur-ubur, bintang laut, udang-udangan, kura-kura, ular laut, siput laut, cumi-cumi atau gurita, termasuk juga burung-burung laut yang sumber makanannya berada di sekitar ekosistem terumbu karang.
Ada dua jenis terumbu karang yaitu terumbu karang keras (hard coral) dan terumbu karang lunak (soft coral). Terumbu karang keras (seperti brain coral dan elkhorn coral) merupakan karang batu kapur yang keras yang membentuk terumbu karang. Terumbu karang lunak (seperti sea fingers dan sea whips) tidak membentuk karang. Terdapat beberapa tipe terumbu karang yaitu terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai di continental shelf yang biasa disebut sebagai fringing reef, terumbu karang yang tumbuh sejajar pantai tapi agak lebih jauh ke luar (biasanya dipisahkan oleh sebuah laguna) yang biasa disebut sebagai barrier reef dan terumbu karang yang menyerupai cincin di sekitar pulau vulkanik yang disebut coral atoll.
Terumbu karang ditemukan di sekitar 100 negara dan merupakan rumah tinggal bagi 25% habitat laut. Terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat rentan di dunia. Dalam beberapa dekade terakhir sekitar 35 juta hektar terumbu karang di 93 negara mengalami kerusakan. Ketika terumbu karang mengalami stres akibat temperatur air laut yang meningkat, sinar ultraviolet dan perubahan lingkungan lainnya, maka ia akan kehilangan sel alga simbiotiknya. Akibatnya warnanya akan berubah menjadi putih dan jika tingkat ke-stres-annya sangat tinggi dapat menyebabkan terumbu karang tersebut mati.
Jika laju kerusakan terumbu karang tidak menurun, maka diperkirakan pada beberapa dekade ke depan sekitar 70% terumbu karang dunia akan mengalami kehancuran. Kenaikan temperatur air laut sebesar 1 hingga 2C dapat menyebabkan terumbu karang menjadi stres dan menghilangkan organisme miskroskopis yang bernama zooxanthellae yang merupakan pewarna jaringan dan penyedia nutrient-nutrien dasar. Jika zooxanthellae tidak kembali, maka terumbu karang tersebut akan mati.

(http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/terumbu-karang.html)

Senin, 13 April 2009

Congratulation !!!

Akhirnya BLOG ini terbuat juga...
Berawal dari tugas seorang guru, gw memulai kegiatan baru !!
Moga-moga blognya selalu terisi tulisan-tulisan yang bermanfaat,,
hahaha
Amin

Stop Pembalakan Liar..














Negara Indonesia yang terletak di wilayah tropis. Hal tersebut menyebabkan Inodnesia memiliki banyak hutan, terutama hutan hujan tropis. Hutan tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia seperti di Pulau Sumatera, Pulau Jawa dll.
Karena ketersediaan hutan yang begitu melimpah, hal tersebut kemudian memunculkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dengan melakukan pembalakan liar. Perlu diketahui, pembalakan liar adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.
Pembalakan liar berkembang pesat di Indonesia, para pelaku pembalakan liar mulai dari perseorangan hingga bentuk perusahaan berusaha mengeruk keuntungannya masing-masing. Pembalakan liar sangat merugikan Indonesia karena potensi ekspor kayu hutan Indonesia hanya dapat dinikmati seglintir orang saja bukan untuk kepentingan masyarakat luas.
Menurut pandangan saya, kayu merupakan SDA bernilai ekonomis yang memerlukan waktu tertentu agar dapat bernilai jual. Namun, apabila pembalakan liar terus dilakukan maka pohon yang belum saatnya untuk ditebang akan tetap ditebang untuk dijual sedangkan proses penanaman kembali pohon jenis membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga dapat merusak ekologi lingkungan.
Selain itu, pembalakan liar juga menyebabkan daerah tersebut rawan bencana. Bencana yang dimaksud dapat berupa tanah longsor serta banjir karena pohon-pohon yang berfungsi sebagai penahan tanah dan penampung air habis ditebang. Hal ini sangat merugikan masyarakat yang berada di daerah tersebut.
Jadi, mari kita sama-sama stop pembalakan liar !!!